Dituduh lakukan ‘terorisme wasabi’

Dituduh lakukan ‘terorisme wasabi’

TOKYO, 3 Okt – Satu rangkaian restoran susyi Jepun dituduh melakukan “terorisme wasabi” selepas ia mengaku memasukkan pes akar pedas berkenaan dalam jumlah berlebihan ke dalam makanan pelanggan asing.

Ichibazushi di Osaka mengeluarkan satu kenyataan maaf di laman webnya semalam, mengaku dakwaan tersebut tetapi menafikan diskriminasi memainkan peranan.

Ia menegaskan susyi yang dibubuh wasabi itu merupakan respons kepada kebanyakan pengunjung asing yang memesan pes hijau pedas tambahan itu menggunakan perasa untuk masakan ikan mentah.

Bagaimanapun, rangkaian itu mengaku beberapa cef mereka telah memasukkan sejumlah wasabi – dilaporkan ada kalanya dua kali lebih banyak daripada jumlah biasa – ke dalam makanan pelanggan.

Masih tidak jelas berapa banyak kejadian seumpama itu yang telah berlaku.

Gambar fail menunjukkan seorang cef susyi membuat susyi di World Sushi Cup Japan di Tokyo. Sebuah rangkaian restoran susyi dituduh melakukan ‘terorisme wasabi’ selepas ia mengaku memasukkan pes akar pedas itu secara berlebihan ke dalam makanan pelanggan. –AFP
Gambar fail menunjukkan seorang cef susyi membuat susyi di World Sushi Cup Japan di Tokyo. Sebuah rangkaian restoran susyi dituduh melakukan ‘terorisme wasabi’ selepas ia mengaku memasukkan pes akar pedas itu secara berlebihan ke dalam makanan pelanggan. – AFP

“Disebabkan kebanyakan pelanggan luar negara kami sering memesan halia jeruk dan wasabi tambahan, kami memberikannya kepada mereka tanpa memeriksa terlebih dahulu,” kata operator rangkaian itu.

“Hasilnya adalah tidak menyenangkan untuk sesetengah pengunjung yang bukan penggemar wasabi.”

Kisah tersebut disiarkan oleh media nasional yang merujuk kepada komen di Internet yang mengadu mengenai “terorisme wasabi” dan rasisme.

“Ia bukan kenyataan maaf: ia adalah satu alasan. Apa yang mereka lakukan adalah jenayah benci,” tulis @sakeuchi317 di Twitter. – AFP

ARTIKEL YANG SAMA